Candi Ratu Boko: Menikmati Sunset di Kawasan Kerajaan Hindu

Yogyakarta memang dikenal sebagai kota yang menyimpan banyak sejarah, salah satu pembuktiannya, yaitu dengan banyak ditemukannya kawasan candi. Selain Candi Prambanan, Candi Ratu Boko merupakan salah satu candi yang terkenal di daerah Yogyakarta dan letak keduanya tidak saling berjauhan. Letak Candi yang berdekatan ternyata tidak lepas dari sejarah masa lalu yang saling berkaitan antara kedua candi tersebut.

Tidak hanya dekat dengan Candi Prambanan, Candi Ratu Boko juga dekat dekat kawasan wisata candi lainnya, seperti Candi Kalasan, Candi Plaosan, Candi Sojiwan, dan beberapa candi lainnya.

Candi Ratu Boko

Candi Ratu Boko – Sumber: yukepo.com

Sejarah Singkat Candi Ratu Boko

Dari arah Candi Prambanan, posisi dari Candi Ratu Boko berada tepat di sebelah selatan dengan jarak sekitar 3 km. Berbeda dengan Candi Prambanan yang terletak di kawasan rendah, Ratu Boko berada di atas bukit yang memiliki ketinggian sekitar 190 mdpl.

Selain dikenal dengan nama Candi Ratu Boko, situs ini juga memiliki nama lain, yaitu Keraton Ratu Boko. Penamaan tersebut berdasarkan dari sejarah legenda yang mengatakan bahwa tempat ini dulunya merupakan istana dari ayah Roro Jonggrang, yaitu Ratu Boko.

Jadi, jika kita menilik lebih lanjut dari sejarah berdirinya situs ini, maka sebenarnya Ratu Boko bukanlah sebuah Candi, melainkan reruntuhan dari kawasan kerajaan masa lalu.

Pada awal berdirinya di abad ke-8, situs Ratu Boko sangat erat dengan agama Budha. Hal tersebut tidak terlepas dari adanya pengaruh dari Wangsa Syailendra yang merupakan pendiri situs Ratu Boko sebagai pemeluk agama Budha.

Singkat cerita, setelah berdirinya Ratu Boko, terjadi peralihan kepemimpinan oleh Kerajaan Mataram Hindu. Sehingga selain dipengaruhi oleh agama Budha, kawasan Ratu Boko juga terdapat pengaruh dari agama.

Petunjuk terhadap siapa pembangun dari Ratu Boko semakin menguat dengan ditemukannya prasasti Abhayagiriwihara tahun 792 M.

Kata Abhaya memiliki arti damai, sedangkan Giri memiliki makna bukit atau gunung. Sehingga jika digabung, Abhayagiriwihara akan memiliki makna sebuah wihara yang dibangun di gunung atau bukit dengan suasana yang damai.

Prasasti Budha yang ditulis dalam huruf pranagari tersebut semakin menguatkan praduga bahwa Rakai Panangkaran adalah seseorang yang membangun Ratu Boko.

Rakai Panangkaran diperkirakan merupakan seorang Raja Tejapurnama Panangkarana yang memberikan perintah untuk membangun Abhayagiriwihara sebagaimana yang terungkap dari prasasti tersebut.

Saat ini lahan yang ditempati kawasan situs Ratu Boko sangat luas dan terbagi berdasarkan beberapa kelompok. Hanya saja, mayoritas bangunan yang terdapat di Candi Ratu Boko kini tinggal berbentuk reruntuhan saja, tidak seperti bentuk aslinya dulu.

Adapun beberapa kelompok bangunan yang dimaksud adalah sebagai berikut.

1. Gerbang

Gerbang Utama Candi Ratu Boko

Gerbang Utama Candi Ratu Boko – Sumber: blogspot.com

Untuk dapat mencapai gerbang situs Ratu Boko, pengunjung harus melakukan perjalanan menanjak sekitar 100 m dari tempat parkir. Lokasi dari gerbang masuk berada di sebelah barat.

Perlu diketahui bahwa Candi Ratu Boko memiliki dua gerbang yang terpisah, yaitu gerbang luar dan gerbang dalam. Saat sudah melewati tanjakan sekitar 100 m, pengunjung akan langsung bertemu dengan gerbang luar. Sedangkan posisi dari gerbang dalam berada tidak jauh dari gerbang luar, hanya sekitar 15 m.

Perbedaan dari kedua gerbang ini adalah dari segi ukuran dan jumlah gapura yang mengapitnya. Berbeda dengan gerbang depan, gerbang dalam yang merupakan gerbang utama memiliki lima gapura dengan posisi sejajar. Gapura utama berada di posisi paling tengah dengan ukuran paling lebar dan diapit oleh dua gapura.

Meskipun memiliki lima gapura, tangga yang terdapat di gerbang utama hanya ada tiga, masing-masing menuju ke gapura utama dan dua gapura yang mengapitnya. Sedangkan dua gapura yang berada di sisi paling luar, tidak memiliki anak tangga.

2. Candi Batukapur

Candi Batu Kapur

Candi Batu Kapur – Sumber: khoirurosida.com

Candi Batu Kapur berada tidak jauh dari gerbang utama, cukup berjalan kurang dari 50 meter ke arah timur. Candi Batu Kapur tidak memiliki dinding dan atap batu seperti candi pada umumnya. Menurut para ahli, dinding dan atap dari Candi Batu Kapur diperkirakan dulunya dibuat dengan bahan selain batu.

3. Candi Pembakaran

Candi Pembakaran

Candi Pembakaran – Sumber: blogspot.com

Candi dengan luas 26 m2 ini terdiri atas dua teras yang terlihat seperti undakan. Sama seperti namanya, di tengah teras bagian atas terdapat sebuah lubang dengan ukuran 4×4 meter. Konon katanya lubang ini dulunya digunakan sebagai tempat untuk melakukan prosesi pembakaran mayat.

4. Paseban

Paseban Candi Ratu Boko

Paseban Candi Ratu Boko – Sumber: khoirurosida.com

Dalam bahasa jawa, paseban dapat diartikan sebagai tempat seseorang menghadap raja. Untuk dapat menemukan lokasi Paseban, kamu cukup berjalan ke arah selatan kurang lebih 50 meter dari gapura utama.

Bangunan Paseban memiliki tinggi 1,5 meter dengan lebar 7 meter dan panjang bangunan 38 meter. Pada area Paseban diperkirakan dulunya terdapat kurang lebih tiang, sesuai dengan jumlah umpak yang ditemukan.

5. Pendapa

Pendapa Candi Ratu Boko

Pendapa Candi Ratu Boko – Sumber: blogspot.com

Kembali berjalan ke arah selatan, kamu akan menemukan tembok batu dengan kawasan yang cukup lebar, yaitu sekitar 30 meter dengan tinggi 3 meter. Di balik tembok batu ini terdapat lahan dengan panjang 40 meter dan untuk menuju lahan ini dapat melalui tiga gapura, yaitu pada bagian barat, selatan, dan utara.

Dulunya di balik dinding batu tersebut digunakan sebagai pendapat yang berfungsi untuk ruang menyambut tamu yang datang ke kerajaan.Di luar dari bangunan pendapa juga terdapat beberapa candi kecil yang digunakan untuk menyembah para dewa.

6. Keputren

Keputren Candi Ratu Boko

Keputren Candi Ratu Boko – Sumber: coretanpetualang.wordpress.com

Sama seperti situs Taman Sari yang memiliki area pemandian khusus untuk para putri Keraton Jogja, kawasan Ratu Boko juga memiliki pemandian untuk para putri atau lebih dikenal dengan sebutan Keputren.

Lokasi Keputren berada tidak jauh dari posisi Pendapa. Kawasan Keputren dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama memiliki tiga area kolam dengan bentuk persegi, sedangkan bagian kedua memiliki jumlah kolam lebih banyak, yaitu berjumlah delapan kolam dengan bentuk lingkaran. Kedua area Kepatren saling terhubung dengan melalui pintu yang ada.

7. Gua

Gua Candi Ratu Boko

Gua Candi Ratu Boko – Sumber: coretanpetualang.wordpress.com

Di kawasan situs Ratu Boko juga terdapat dua gua yang diberi nama Gua Lanang dan Gua Wadon. Di dalam kedua gua terdapat sebuah relung yang menyerupai bilik, hanya saja Gua Lanang memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan Gua Wadon. Selain itu, pada Gua Lanang juga terdapat pigura yang merupakan hasil pahatan dengan bentuk persegi panjang.

Cara Menuju Lokasi

Candi Ratu Boko merupakan salah satu wisata sejarah yang cukup populer di Jogja, sehingga otomatis akses jalan untuk menuju ke tempat wisata ini sudah tergolong mudah. Lokasi dari Candi Ratu Boko berada tidak jauh dari Bandara Internasional Adisucipto dan sudah dapat dijangkau menggunakan beberapa kendaraan umum yang telah tersedia.

1. Dari Stasiun Tugu Jogja

Dari Stasiun Tugu Jogja kamu bisa langsung menuju ke halte Trans Jogja Mangkubumi 1. Dari sini kamu dapat menaiki Trans Jogja jalur 1A atau jika ada perubahan, kamu dapat bertanya kepada petugas yang berjaga di halte mengenai jalur menuju Pasar Prambanan. Dari Pasar Prambanan, kamu dapat meneruskan perjalanan dengan menggunakan kendaraan lainnya, seperti ojek.

2. Dari Bandara Adisutjipto

Dari Bandara Internasional Adisucipto, kamu dapat menuju ke Halte Trans Jogja yang berada di dekat parkir mobil. Kamu dapat langsung menuju ke Halte Pasar Prambanan melalui jalur 1A. Sesampainya di Halte Pasar Prambanan, kamu dapat menggunakan ojek atau taksi untuk sampai di lokasi situs Ratu Boko.

3. Menggunakan Kendaraan Pribadi

  • Dari arah Klaten dapat langsung menuju ke arah Candi Prambanan, kemudian lampu merah pertama setelah kawasan Candi Prambanan belok ke kiri menuju Jalan Prambanan Piyungan. Kawasan Ratu Boko berada sekitar 3 KM di sebelah kiri jalan.
  • Dari arah Kota Jogja dapat langsung menuju ke Jalan Jogja Solo ke arah Candi Prambanan. Setelah menemukan lampu merah daerah Bogem (sebelum gapura selamat datang di Klaten) belok ke kanan menuju Jalan Prambanan Piyungan. Kawasan Ratu Boko berada sekitar 3 KM di sebelah kiri jalan.

Foto Candi Ratu Boko

Candi Boko hingga saat ini masih menjadi salah satu tempat terbaik di Jogja untuk menyaksikan proses tenggelamnya matahari atau sunset. Pemandangan di sore hari juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk mengunjungi cagar budaya yang berada di Sleman ini. Berikut telah kami kumpulkan beberapa foto hits dari pengunjung Situs Ratu Boko.

Ratu Boko Temple

Ratu Boko Temple – Sumber: @niko7l

Waktu terbaik untuk mengunjungi Candi Ratu Boko adalah menjelang sore hari. Saat sesampainya di lokasi, kamu bisa berkeliling kawasan candi terlebih dahulu, sambil menunggu matahari terbenam. Sesekali kamu akan melihat pesawat yang sedang lepas landas dari Bandara Internasional Adisucipto.

Sunset Candi Ratu Boko

Sunset Candi Ratu Boko – Sumber: @rickyart_photoworks

Salah satu spot terbaik untuk foto dengan berlatar belakang sunset di Candi Ratu Boko yaitu terletak di halaman depan gerbang utama. Jika cuaca sedang cerah, kamu dapat mengabadikan gambar senja yang terlihat mengintip di balik salah satu gapura gerbang utama.

Wisatawan Candi Ratu Boko

Wisatawan Candi Ratu Boko – Sumber: @amirasamsudn

Jangan kaget apabila terdapat banyak wisatawan lain yang sudah duduk bersantai ketika kamu tiba di kawasan situs Ratu Boko pada sore hari. Jika kamu tidak ingin terlalu banyak wisatawan, kamu bisa datang pada hari kerja, bukan pada hari libur. Saat liburan panjang tiba, jumlah wisatawan yang datang akan mengalami peningkatan berkali lipat.

Langit Candi Ratu Boko

Langit Candi Ratu Boko – Sumber: beritagar.id

Langit yang perlahan mulai berubah warna menjadi jingga membuat suasana semakin terasa romantis.

Lokasi Shooting AADC 2

Lokasi Shooting AADC 2 – Sumber: blogspot.com

Nama Candi Ratu Boko semakin dikenal wisatawan saat salah satu lokasinya digunakan untuk keperluan shooting film Ada Apa Dengan Cinta 2. Pada salah satu scene di film tersebut memperlihatkan Dian Sastro yang berperan sebagai Cinta sedang berbincang bersama Nicholas Saputra yang memerankan karakter Rangga dengan berlatar belakang Situs Ratu Boko.

Foto Keren Candi Ratu Boko

Foto Keren Candi Ratu Boko – Sumber: @bgstopan

Saat kawasan Candi Ratu Boko tidak terlalu banyak wisatawan yang datang, kamu dapat bebas mengambil foto dengan ekspresi terbaik kamu, contohnya seperti berfoto dengan gaya levitasi membelakangi matahari.

Candi Ratu Boko Siang Hari

Candi Ratu Boko Siang Hari – Sumber: @threekur

Candi Ratu Boko juga bagus lho dikunjungi saat siang hari. Kamu bisa berfoto dengan memasang gaya berjalan sambil melihat ke arah bawah matahari. Tentunya sangat instagramable!

Duduk di Candi Ratu Boko

Duduk di Candi Ratu Boko – Sumber: @icavin

Jika matahari dirasa terlalu terik, kamu bisa berteduh di bawah pohon rindang berukuran besar sambil duduk di beberapa kursi yang telah disediakan pengelola.

Harga Tiket Masuk Wisatawan Lokal

KETERANGAN TARIF
Usia 3 >= 10 Tahun Rp. 20.000
Usia > 10 Tahun Rp. 40.000
Rombongan >20 Rp. 20.000

Harga Tiket Masuk Paket Wisata Terusan

KETERANGAN USIA 3 >= 10 Tahun USIA > 10 Tahun
Ratu Boko – Prambanan Rp. 35.000 Rp. 75.000
Ratu Boko – Borobudur Rp. 35.000 Rp. 75.000
Ratu Boko – Ramayana Rp. 135.000 Rp. 150.000

Belum ada komentar

Tinggalkan Komentar