Mengunjungi Candi Ijo, Candi Historis Tertinggi di Jogja

Kabupaten Sleman merupakan salah satu wilayah di Yogyakarta yang memiliki beragam wisata candi. Lokasi Candi di Jogja sebagian besar berada tidak terlalu jauh antara satu dengan yang lainnya, seperti antara Candi Prambanan dengan Candi Ratu Boko. Selain itu, di bagian selatan dari Candi Ratu Boko juga terdapat wisata candi lainnya yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi, yaitu Candi Ijo.

Candi Ijo

Candi Ijo – Sumber: piknikasik.com

Candi Ijo merupakan salah satu Candi yang memiliki pemandangan sangat indah dan merupakan candi dengan lokasi tertinggi di Jogja, tepatnya berada di atas kawasan wisata Tebing Breksi. Meskipun demikian, jumlah wisatawan yang mengetahui keberadaan dari Candi Ijo masih belum sebanyak Candi Prambanan atau Candi Ratu Boko.

Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, Candi Ijo telah dibangun di daerah perbukitan dengan ketinggian sekitar 375 meter di atas permukaan laut pada abad ke-10. Dengan posisi candi yang berada di ketinggian, otomatis pengunjung tidak hanya dapat menikmati keindahan dari Candi Ijo saja, namun juga pemandangan Kota Jogja dari ketinggian 375 mdpl.

Sejarah Singkat Candi Ijo

Nama Candi Ijo pada awalnya didapatkan dari nama lokasi dimana candi tersebut berada, yaitu Bukit Ijo. Selain itu, kata “Ijo” sebelumnya juga telah tercantum pada Prasasti Poh di tahun 906 M. Dalam prasasti tersebut tertuliskan “Anak Wanua I Luang hijo I” yang memiliki arti kurang lebih terdapat seseorang dari desa ijo yang datang untuk mengikuti upacara keagamaan.

Kawasan Candi Ijo saat ini memiliki luas lahan sekitar 0,8 hektar. Beberapa sumber mengatakan bahwa dulunya kawasan Candi Ijo memiliki lahan yang lebih luas, sebelum akhirnya terjadi pembebasan lahan oleh pemerintah terkait. Dugaan tersebut didasari dengan ditemukannya beberapa artefak di sisi timur dan utara yang masih memiliki kaitan dengan Candi Ijo.

Candi Ijo merupakan kompleks candi dengan nuansa agama Hindu. Candi yang terdapat di kawasan Candi Ijo dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu candi induk atau candi utama, candi pengapit dan terakhir candi perwara. Di depan candi induk terdapat tiga candi lainnya dengan ukuran yang cenderung lebih kecil. Ketiga candi tersebut diketahui memiliki fungsi untuk proses pemujaan dewa Wisnu, Brahma, dan Siwa.

Berbeda dari beberapa candi lainnya yang memiliki candi utama dengan posisi berada di tengah-tengah, tiap candi pada Candi Ijo memiliki letak membentuk seperti teras dengan posisi candi utama berada di tempat paling tinggi. Pola dari Candi Ijo ini didasari atas kepercayaan terhadap konsep puncak gunung sebagai tempatnya para dewa.

Konsep dari penyusunan komplek Candi Ijo terbilang cukup unik. Pada umumnya candi dengan pola seperti di atas, lebih sering ditemukan pada Candi di daerah Jawa Timur.

Pemandangan di Candi Ijo

Wisatawan yang datang ke Candi Ijo tidak hanya karena penasaran dengan sejarah panjang yang dapat dipelajari dan melihat karya seni yang begitu memukau, namun Candi Ijo juga memiliki daya tarik lainnya dari segi pemandangan alam yang belum tentu dapat ditemukan di kawasan candi lainnya.

Meskipun memiliki kawasan yang tidak seluas area Candi Prambanan atau Candi Ratu Boko, letak dari Candi Ijo yang berada di ketinggian membuatnya memiliki keunggulan tersendiri dari sisi pemandangannya.

Saat sedang berada di kompleks Candi Ijo, jika kamu menghadap ke sisi barat dari candi, kamu dapat menyaksikan pemandangan pesawat yang tengah melakukan landing atau take off dari Bandara Internasional Adisucipto dengan jelas. Hal tersebut dikarenakan Candi Ijo merupakan kawasan yang termasuk dalam batas timur dari Bandara Internasional Adisucipto.

Tidak hanya sampai di situ, Candi Ijo merupakan salah satu tempat terbaik di Jogja untuk melihat sunset dari ketinggian. Saat ini, sebagian besar dari pengunjung yang datang ke Candi Ijo memang memiliki tujuan untuk berburu sunset. Oleh karena itu, kawasan Candi Ijo akan lebih ramai dengan wisatawan saat sudah memasuki waktu sore hari.

Lokasi Candi Ijo

Candi Ijo berlokasikan di Desa Groyokan, Sambirejo, Prambanan, Sleman. Dari Tugu Jogja akan memakan waktu kurang lebih sekitar satu jam jika perjalanan lancar. Sebelum sampai ke lokasi Candi Ijo, sekitar 1 KM sebelumnya, kamu akan menemukan tempat wisata hits Jogja lainnya, yaitu Tebing Breksi dan Candi  Barong.

Akses Jalan Menuju Candi Ijo

Akses jalan menuju ke Candi Ijo terbilang sudah cukup nyaman dengan jalanan yang telah di-cor beton. Hanya saja, perlu hati-hati, terutama bagi wisatawan yang belum terlalu mahir dalam mengemudikan kendaraan, baik sepeda motor atau mobil. Karena jalanan yang dilalui saat sudah memasuki wilayah desa akan berubah menjadi menanjak ketika berangkat, begitu pula saat pulang akan menjadi cukup curam.

Meskipun jalan yang harus dilalui terbilang cukup menantang, namun kamu tidak akan dibuat menyesal telah melalui jalan tersebut setelah sampai di Candi Ijo. Rasa lelah saat perjalanan akan sirna seketika dan akan terbayarkan setelah menyaksikan keindahan yang kamu lihat dari kompleks candi.

Rute Menuju Candi Ijo

Dari arah Candi Prambanan, kamu bisa menuju ke arah Pasar Prambanan dan belok ke kiri pada lampu apil pertama. Jalan lurus terus kurang lebih sekitar 7 KM sambil melihat papan petunjuk yang terdapat di pinggir jalan. Ikuti papan petunjuk yang tersedia ke arah Candi Ijo atau Tebing Breksi, karena memang kedua lokasi tersebut masih searah.

Harga Tiket Candi Ijo

KETERANGAN TARIF
Tiket Masuk Gratis
Parkir Motor Rp. 2.000

Galeri Foto Hits Candi Ijo

Sunset Candi Ijo

Sunset Candi Ijo – Sumber: @adjiesoul471

Foto Candi Ijo

Foto Candi Ijo – Sumber: jogjamotor.net

Foto Sunset Candi Ijo

Foto Sunset Candi Ijo – Sumber: jogjavacanza.com

Candi Ijo Malam Hari

Candi Ijo Malam Hari – Sumber: wikimedia.org

Candi Ijo Pagi Hari

Candi Ijo Pagi Hari – Sumber: @kandar_rifai

Tamasya di Candi Ijo

Tamasya di Candi Ijo – Sumber: spadepicnic.wordpress.com

1 Tanggapan

  1. paket wisata dieng October 3, 2018

Tinggalkan Komentar