Review Pantai Sanglen: Tempat Camping Paling Asik di Jogja

Jika kamu baru pertama kali mendengar nama Pantai Sanglen, mungkin kamu akan mengira bahwa pantai ini merupakan pantai yang baru saja dibuka. Namun, faktanya pantai sanglen ternyata sudah dibuka untuk umum sejak beberapa tahun silam.

Mungkin hal ini disebabkan karena dulu akses menuju lokasi masih terbilang cukup sulit, ditambah untuk masuk menuju area pantai harus melalui semak-semak. Sehingga pantai ini tidak terlalu populer dan tidak terdengar ke telinga wisatawan seperti beberapa nama pantai lainnya di Gunung Kidul.

Lokasi dan Akses Jalan

Pantai Sanglen memiliki alamat lengkap di Desa Kelor, Kelurahan Kemandang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul.

Sebenarnya pada dusun tersebut tidak hanya terdapat Pantai Sanglen saja, namun juga terdapat Pantai Watu Kodok yang namanya sudah lebih dulu dikenal masyarakat. Padahal, posisi dari Pantai Sanglen dan Pantai Watu Kodok hanya bersampingan dan terpisahkan tebing.

Untuk dapat mencapai lokasi pantai, jarak yang harus ditempuh apabila berangkat dari Kota Jogja yaitu membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 jam.

Agar pencarian lokasi dapat menjadi lebih mudah, ada baiknya kamu menggunakan GPS offline pada smartphone kamu, terutama jika kamu bukan penduduk asli Jogja. Karena ketika hampir mencapai pantai, hanya pengguna provider tertentu saja yang masih mendapatkan sinyal. Atau kamu juga dapat bertanya dengan warga sekitar yang ramah-ramah, tapi tetap jaga kesopanan saat bertanya, ya!

Akses jalan menuju ke Pantai Sanglen sudah terbilang cukup mudah dan nyaman. Jalanan aspal akan berakhir di dusun terakhir, yaitu Dusun Kelor. Selepas dusun tersebut, jalanan akan berubah menjadi lebih sempit dan berbatuan.

Jika kamu ingin menuju pantai ini, saya menyarankan untuk menggunakan kendaraan bermotor. Karena jalan untuk menuju parkir terakhir yang berada sebelum pantai hanya dapat dilewati oleh kendaraan bermotor saja.

Namun, jika kamu ingin membawa kendaraan mobil, juga tidak masalah. Hanya saja, nanti kamu perlu berjalan kaki kurang lebih 15 menit untuk mencapai pantai, karena parkir mobil yang tersedia cukup jauh.

Harga Tiket

KETERANGAN TARIF
Tiket Masuk Rp. 10.000
Parkir Motor (Pengunjung Biasa) Rp. 3.000
Parkir Motor (Camping) Rp. 5.000
Biaya Camping (Kebersihan) Rp. 7.000/orang

Gambaran Kondisi Pantai Sanglen

Saat itu saya memarkirkan kendaraan tidak jauh dari gerbang pintu masuk yang dibuat dari kayu kecil. Ketika mulai memasuki area pantai, saya langsung disambut oleh seorang pria lanjut usia yang terakhir saya ketahui bahwa beliau adalah orang yang menjaga pantai ini.

Selain kakek tadi, juga ada istrinya yang turut membantu dalam merawat pantai dan sekaligus beliaulah satu-satunya yang menyediakan warung kecil untuk pengunjung.

Pantai Sanglen

Pohon Cemara Pantai Sanglen – Sumber @McraeJafron

Kesan awal saat berada di pantai ini, yaitu sangat teduh dan terlihat asri. Hal ini dikarenakan Pantai Sanglen memiliki pohon cemara laut dengan jumlah yang lumayan banyak dan memiliki ukuran lumayan besar. Biasanya para pengunjung akan mendirikan tenda di bawah pepohonan ini.

Selain teduh, pohon cemara tersebut juga berfungsi untuk melindungi tenda dari hembusan angin. Kamu juga dapat membawa hammock untuk dikaitkan di batang pohon yang cukup besar untuk bersantai di luar tenda.

Pantai Sanglen termasuk sangat sepi saat kunjungan saya saat itu. Tidak ada pengunjung lain satu orang pun selain saya dan teman-teman. Padahal, menurut saya pribadi, pantai ini sangat bagus untuk dikunjungi, terutama untuk kegiatan kemah dengan teman atau keluarga.

Area bibir pantai berada sedikit lebih rendah dari area pepohonan cemara. Pantai Sanglen memiliki area bibir pantai yang cukup luas dengan pasir berwarna putih dan ombak yang tergolong normal untuk pantai di wilayah pesisir selatan.

Pantai Sanglen

Pantai Sanglen – Sumber: Ricky Mahendra Putra

Apabila kamu berkemah dengan membawa keluarga beranggotakan anak kecil, kamu tetap bisa mengajaknya bermain air atau sekedar melihat-melihat tumbuhan dan hewat laut yang ada di tepian. Di sisi kanan dari Pantai Sanglen terdapat area yang cukup datar dengan ombak air yang lebih tenang.

Tidak jauh berbeda dari kebanyakan pantai di Gunung Kidul, pantai sanglen juga diapit oleh dua bukit di sisi kanan dan kirinya. Kamu dapat menaiki bukit yang berada di sisi kiri dengan menggunakan tangga dan dilanjutkan dengan melalui jalan setapak kurang lebih selama 5 menit.

Pantai Sanglen Dari Ketinggian

Pantai Sanglen Dari Ketinggian – Sumber: ARIQ MR

Dari atas bukit ini, kamu bisa menyaksikan seluruh panorama dari Pantai Sanglen. Selain itu, kamu juga dapat melihat pantai yang berada tepat di sebelah kiri Pantai Sanglen, yaitu Pantai Watu Kodok.

Fasilitas

Meskipun Pantai Sanglen tidak memiliki nama yang begitu terkenal seperti beberapa nama pantai lainnya, namun fasilitas yang diberikan dapat dikatakan sudah cukup baik.

1. Toilet

Saat terakhir saya mengunjungi Pantai Sanglen, telah tersedia sekitar kurang lebih 5 toilet umum. Jika kamu telah membayar biaya kebersihan sebesar Rp. 7.000, kamu dapat menggunakan fasilitas ini sepuasnya.

2. Musholla

Musholla yang disediakan memiliki ukuran yang cukup lebar. Namun, kamu perlu sedikit berjalan kaki keluar menuju area parkiran.

3. Listrik

Pada awalnya saya tidak berekspektasi bahwa pantai ini terdapat fasilitas penunjang seperti listrik. Karena pada pantai-pantai sebelumnya yang saya kunjungi, terutama pantai yang tidak begitu banyak dikunjungi wisatawan, fasilitas listrik untuk pengunjung tidak pernah saya temukan.

Jika di pantai lain penerangan pada malam hari harus menggunakan senter , di Pantai Sanglen sudah terdapat lampu yang cukup terang. Selain itu, kamu juga dapat mengisi ulang baterai kamera atau smartphone tanpa dikenakan biaya tambahan.

4. Warung

Satu-satunya warung yang terdapat di Pantai ini adalah warung milik kakek dan nenek yang sebelumnya menyambut kedatangan kami. Warung ini hanya menyediakan makanan dan minuman instan. Selain itu, warung ini juga menyediakan kayu bakar apabila pengunjung ingin membuat api unggun.

Berikut ini adalah dokumentasi keseruan saya bersama teman-teman saat mengunjungi Pantai Sanglen beberapa waktu lalu.

Tinggalkan Komentar