Ullen Sentalu: Museum Seni Terbaik di Lereng Gunung Merapi

Saat mendengar kata museum, mungkin satu hal yang akan langsung terpintas di pikiran kebanyakan orang adalah bangunan tua yang menyimpan beragam koleksi lawas peninggalan para pendahulu kita.

Pemikiran tersebut tidak dapat disalahkan, karena mayoritas museum yang ada memang selalu menghadirkan kesan yang seperti itu. Namun, ada salah satu museum seni di Jogja yang keluar dari anggapan tersebut, ialah Museum Ullen Sentalu.

Museum Ullen Sentalu

Museum Ullen Sentalu – Sumber: okezone.com

Terletak di daerah yang memiliki udara dingin di kawasan lereng Gunung Merapi, yaitu Kaliurang. Ullen Sentalu dibangun dengan konsep bangunan yang berada di lingkungan hijau, tidak seperti kebanyakan museum lainnya.

Dibalik pemilihan namanya, Ullen Sentalu memiliki filosofi mendalam yang diambil dari lampu minyak yang sering ditemukan di pagelaran wayang kulit. Adapun filosofi yang dimaksud memiliki makna lampu blencong sebagai petunjuk bagi manusia dalam menjalani kehidupan.

Ullen Sentalu, Museum Seni “Unik” Tanpa Penjelasan Apapun

Koleksi Museum Ullen Sentalu

Koleksi Museum Ullen Sentalu – Sumber: sofiadewidotcom.wordpress.com

Salah satu keunikan dari Museum Ullen Sentalu berada pada desain bangunannya. Kebanyakan museum umumnya menggunakan bangunan tua atau situs cagar budaya, salah satu contohnya, yaitu seperti Benteng Vredeburg.

Selain itu, seluruh koleksi yang terdapat di Museum yang dikelola oleh Yayasan Ulatin Blencong ini tidak memiliki keterangan sejarah dalam selembar kertas yang dapat dibaca oleh pengunjung seperti pada museum lainnya.

Oleh karena itu, agar pengunjung dapat memahami bagaimana sejarah dari koleksi yang dipajang, dibutuhkan adanya jasa seorang guide untuk memandu dan menjelaskan sejarah setiap koleksi.

Dengan menggunakan jasa guide, tentunya perjalanan berkeliling museum akan menjadi lebih menarik. Guide atau pemandu yang akan membimbing kamu, sebelumnya telah mempelajari setiap sejarah dari koleksi yang dipajang. Selain itu, kamu juga akan mendapatkan sedikit cerita dari kerajaan mataram di Jogja.

Sembilan Cerita Berbeda di Sembilan Ruangan Museum Ullen Sentalu

Di dalam Museum Ullen Sentalu terdapat sembilan ruangan dengan fungsi masing-masing.

1. Ruang Selamat Datang

Ruangan ini difungsikan sebagai ruang untuk menyambut pengunjung atau tamu yang datang ke museum.

2. Ruang Seni Tari dan Gamelan

Bagi kamu yang menyukai alat kesenian tradisional jawa, Gamelan, kamu dapat menemukannya di ruangan ini. Gamelan yang terdapat di Ruang Seni Tari dan Gamelan ini merupakan Gamelan pemberian dari salah satu pangeran Keraton Jogja.

3. Ruang Guwa Sela Giri

Setelah mengunjungi Ruang Seni, kita berlanjut ke Ruang Guwa Sela Giri yang memiliki lokasi di bawah tanah. Di dalam ruangan ini terdapat beberapa koleksi lukisan dari tokoh Kerajaan Mataram yang ada di Jogja.

4. Ruang Syair

Ruang Syair juga dikenal dengan nama Balai Sekar Kedaton. Sesuai dengan namanya, ruangan ini menyimpan banyak koleksi syair yang dibuat sekitar tahun 1939 sampai 1947 oleh Putri Tineke yang merupakan keturunan ningrat dan beberapa kerabatnya.

Putri Tineke atau Graj Koes Sapariyam konon dulu memiliki kisah percintaan yang tidak berjalan mulus, karena harus terhalang oleh restu orang tua. Oleh karena itu, para sahabat akhirnya menuliskan sepucuk surat untuk dapat mengembalikan semangat Putri Tineke.

5. Royal Room Ratu Mas

Ruangan ini diperuntukkan khusus untuk permaisuri Sunan Pakubuwana X, Ratu Mas. Ratu Mas merupakan salah satu tokoh yang dikenal melalui gaya berpakaiannya, karena memang permaisuri ini memiliki keahlian untuk merancang busana. Ratu Mas juga dikenal sebagai seseorang yang berjasa dalam mendirikan Pasar Klewer.

6. Ruang Batik Vorstendlanden

Pada ruangan ini tersimpan banyak koleksi batik, mulai dari zaman Sri Sultan Hamengkubuwono ke VII – VIII dan Sunan Pakubuwono X – XII. Setiap batik yang dipajang di museum ini merupakan batik yang memiliki makna tersendiri dengan kandungan fisolosi jawa.

7. Ruang Batik Pesisiran

Sama-sama menyimpan koleksi batik, namun Ruang Batik Pesisiran berbeda dengan ruangan batik sebelumnya. Ruang Batik Pesisiran hanya digunakan untuk menyimpan batik yang dulunya digunakan oleh keluarga kerajaan.

8. Ruang Putri Dambaan

Ruangan ini digunakan khusus untuk menempatkan foto perjalanan dari Putri Mangkunegara VII, GRA Siti Nurul Kusumawardhani, mulai dari masa kecil hingga menikah. Gusti Nurul merupakan seseorang yang memiliki pemikiran cerdas dan terkenal sebagai tokoh yang anti poligami.

Pada masa mudanya, Gusti Nurul memiliki paras yang jelita. Terbukti, beberapa tokoh terkenal, seperti Ir. Soekarno dan Sutan Sjahrir sempat ingin meminang Gusti Nurul. Namun, semua keinginan tersebut tidak diterima Gusti Nurul.

9. Ruang Budaya

Terakhir, yaitu ada Ruang Budaya yang diperuntukkan untuk menyimpan lukisan Raja Mataram. Selain itu, terdapat pula koleksi patung tata rias peninggalan dari Keraton Jogja dan Solo.

Lokasi

Jam Buka

HARI JAM BUKA
Senin Tutup
Selasa-Jum’at 08:30-16:00
Sabtu-Minggu 08:30-17:00

Harga Tiket Masuk

KETERANGAN TARIF
Dewasa (Lokal) Rp. 30.000
Anak-Anak (Lokal) Rp. 15.000
Dewasa (Internasional) Rp. 50.000
Anak-Anak (Internasional) Rp. 30.000

Tinggalkan Komentar